Petunjuk Bupati Pasla Lobi Titik Hutan Lindung LHK RI


Amurang,lintasKawanuaNew- Perjuang pemimpin yang merupakan pilihan warga Minsel semakin menunjukan Yitik terang, buktinya Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE akan segera menata dengan membentuk sona hutan lindung dan kawasan hutan mangrove di sejumlah titik  di sejumlah kecamatan yamg ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Hal itu, akan segera akan dibuktikan bupati Tetty, ketika mengutus tim yang dipimpin Plt Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kadis PMPTP) Franki Pasla, SE MSi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI di Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Menurut Pasla, ketika menemui Kementerian LHK, Diterima oleh Direktur Subid LHK Fatmawati.

Pada kesempatan itu, menurut Pasla, pihaknya meminta saran dan masukan soal penataan sonasi hutan, termasuk peta hutan lindung dan hutan magrove yang berada di wilayah Kabupaten Minsel.

“Ini tak lain supaya kita tidak keliru melakukan pemetaan dan menata sonasi hutan magrove yang ada di daerah kita untuk ditata dan dikembangkan menjadi kawasan wisata,” ungkapnya.

Pasla kemudian mengungkapkan kebanggaannya karena Ati, sapaan akrab Fatmawati, bersikap akomodatif dan responsif terhadap keinginan delegasi Pemkab Minsel tersebut.

“Kami mendapat berbagai masukan, yang ternyata masih perlu disosialisasikan secara luas kepada masyarakat. Karena, warga Minsel kebanyakan belum tahu persis mana saja yang menjadi kawasan hutan lindung yang ada di daerah kita selama ini,” ujar Pasla.

Menurut Pasla, soal kawasan hutan mangrove di Minsel, sesuai data di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, cukup banyak. ‘‘Bahkan, ada sejumlah titik hutan mangrove telah dirusak oknum-oknum yang tak bertanggungjawab. Jadi, tinggal bagaimana kepala daerah di Minsel bersama Perangkat Daerah (PD) terkait akan melaksanakan sosialisasi akan pentingnya kawasan hutan mangrove,” katanya.

Ia mengatakan, Direktur Subid Pengendalian Pengawasan Hutan Kementerian LHK, Fatmawati berpesan agar Pemkab Minsel harus getol memberikan sosialisasi kepada masyarakat soal kawasan hutan magrove. “Pemerintah pusat, menurut ibu Ati juga pusing mendengar dan melihat masih banyak warga yang merusak hutan mangrove. Padahal, hutan mangrove banyak manfaatnya,’’ ungkap Pasla.(Ted/hanny)

Iklan