Sekertaris Bapelitbang Minsel, Wakili Maindoka Hadiri Sosialisasi Rencana tataruang Kawasan Nasional.

Tertius Hadiri Sosialisasi Rencana Tata Ruang Kawasan
Amurang,SuaraKawanua-  Sekertaris Bapelitbang Minsel Tertius Ulaan ST MT,menghadiri acara Sosialisasi dari kementerian Agraria badan tataruang  /Badan pengawasan Nasional.acara tersebut dilakukan Bertempat di Swiss Bell Maleosan Manado mewakili kepala Bapelitbang Minsel. Acara menghadiri acara sosialisasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertahanan Nasioanal tantang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara Di Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Utara.

Acara dibuka oleh Sekprov Sulut yang diwakili oleh Steve Kepel, Kepala Dinas PU Sulut. Dalam pembukaannya Steve menyampaikan bahwa sangat berharap hasil output dari sosialisasi ini berjalan dengan maksimal.

“Saya mewakili Sekprov berharap forum ini dapat terealisasikan dan memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan Perpres No 11 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara yang dapat menghasilkan output dengan maksimal” ujarnya.

Dirjen Tata Ruang Kementrian ATR/BPN Yuswanda A. Tumanggung didampingi Aria Indra Purnama, Direktur Perencanaan Tata Ruang Kementerian ATR, Beni Hermawan, Direktur Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Perbatasan dan Wilayah Tertentu Kementerian ATR bersama beberapa Asisten Deputi sejumlah Kementerian melaksanakan Sosialisasi Perpres No 11 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Kaltim, dan Kaltara.

Selain Steve, Yuswanda dalam sambutannya juga menyampaikan landasan dari munculnya Perpres No 11 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Kaltim, dan Kaltara. “Jadi, Perpres No 11 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di 5 Provinsi bagian Utara Indonesia berlandaskan dari Nawacita Presiden Jokowi dan proyek strategi Nasional”, ujar Yuswanda.

Dalam penyampaian materi sosialisasi, Aria sebagai Direktur Perencanaan Tata Ruang Kementerian ATR menekankan pendekatan Perpres tersebut adalah aspek Ekonomi dan Hankam. “Pendekatan dari terbitnya Perpres No 11 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara adalah pendekatan Ekonomi walaupun nanti ke depannya tetap akan berfokus pada Pertahanan dan Kemanan” ujar Aria sambil memaparkan presentasinya.

Selain itu, Beni ditengah sosialisasi juga memaparkan situasi perbatasan Indonesia yang cukup besar ini. “Indonesia ini punya potensi permasaahan pertanahan, kenapa? karena terdapatnya garis pantai sepanjang 99.000 Km di 17.000 Kecamatan, 17.504 Pulau-Pulau Kecil, dan 111 Pulau Terluar,” katanya.

Dalam kesempatan lain menurut sekertaris Bapelitbang Minahasa selatan Hasil sosialisasi ini akan kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk menindak lanjuti betapa penting soal Ruang Kawasan Perbatasan mengingat walaupun hal sepele tetapi bisa berdampak luas sehingga dapat menimbulkan dampak konflik yang bisa memecah keutuhan NKRI ujar Bung Tertius sapaan akrabnya.(Ted)

Iklan