Tiga Warga Popontolen Diserang DBD

Amurang,SuaraKawanua-Warga disarankan meningkatkan kewaspadaan di musim hujan sekarang ini. Bukan saja dari ancaman bencana alam banjir dan tanah longsor, tetapi juga terhadap penyakit Demam Berdarah Denque (DBD).

Tiga warga Desa Popontolen Kecamatan Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel) dilaporkan positif terserang DBD. Frenly Rampi (10), Rivo Rampi (12) dan Sintya Bilalu (14), kini terpaksa menjalani perawatan insentif  di Klinik Bala Keselamatan Catherine Booth Amurang.

 

Delno Bilalu, orang tua Sintya Bilalu (14), warga Jaga VII Desa Popontolen ini menyatakan kekesalannya karena para korban belum pemdapat perhatian dari Dinas Kesehatan Minsel.
“Sewaktu mengetahui anak saya positif menderita DBD, saya pun langsung mengirim SMS kepada Kepala Dinas Kesehatan Minsel, dr Ternie Paruntu tapi tiak kunjung mendapat tanggapan sampai sekarang ini,” ujarnya, Jumat (23/112016.

Bilalu menyatakan tak ada niat sekecil apapun untuk mendapat bantuan pemerintah atas tindakannya memberitahukan pihak Dinas Kesehatan Minsel soal anaknya menderita DBD.
“Tujuan saya murni hanya untuk mengabarkan pemerintah bahwa DBD kini mulai menyerang warga Minsel sehingga saya berharap pemerintah secepatnya melakukan tindakan seperlunya jangan sampai makin banyak yang jadi korban,” jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya laporan tersebut diharapkan Dinas Kesehatan Minsel segera melakukan fogging di Desa Popontolen dan sekitarnya.
“Di desa kami banyak lokasi endemk atau tempat berkembang biak nyamuk, makanya perlu dengan segera dilakukan foging atau penyemprotan,” ujar Bilalu.

Ia mengungkapkan syukurnya karena anaknya beserta dua anak lainnya yang dinyatakan positif mengidap DBD belum dikategorikan akut sehingga tidak dirujuk ke rumah sakit besar, seperti RSU Prof Kandow Manado. Berdasarkan pemeriksaan klinis di Klinik Bala Keselamatan Catherine Booth, Amurang, ke tiganya masih bisa ditangani dan disembuhkan di klinik tersebut.
“Pemerintah jangan mengacuhkan masalah ini. Bisa saja sudah ada warga lain yang terkena penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk ini tapi tidak dilaporkan kepada pemerintah,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Minsel, dr Ternie Paruntu belum berhasil dikonfirmasi terkait kasus DBD di Desa Popontolen tersebut. Berkali-kali dihubungi melalui telepon selulernya, belum mendapat respon.(hanny)

Iklan