Sumur Penyerapan  Di 5 Kecamatan Amurang Diduga Tidak Sesuai Bestek

Amurang SuaraKawanua-Pembangunan Proyek sumur resapan di lima kecamatan yang berbandrol Rp.290 juta  yamg ditata oada APBD 2016 yang dibangun di lima kecamatam yang ada di Kabupaten Minsel, kini di sorot warga Minsel. Karena pembangunan proyek sumber penyerapan terkesan asal jadi. Pasalnya selain kedalaman yang kurang maksimal, ternyata matrial yang digunakan tidak sesuai bestek. 
“Persoalannya, kedalaman sumur hanya empat meter dan material batu yang digunakan pun bukan batu karang tapi batu dari tambang batu Tateli,” Kata Sejumlah Sumber Resmi..

 

Proyek pembuatan sumur resapan tersebut tersebar di Kecamatan Amurang Timur, Amurang, Amurang Barat, Tumpaan dan Tatapaan. Dana APBD Rp.290 juta dipecah menjadi dua paket proyek penunjukkan, yang masing-masing berjumlah 20 sumur bor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Dorkas Singkala, ST membenarkan ada proyek sumur resapan di 5 kecamatan. “Itu tersebar di lima ke camatan, tapi anggarannya hanya sekitar 290 juta,” ujarnya di Amurang, Kamis (17/11).
Namun Singkala kaget mendengar kalau wujud pekerjaan 40-an sumur resapan tersebut dinilai asal jadi. “Saya belum tahu itu. Kami akan turun melakukan pengecekan langsung di lapangan,” katanya.
Selain itu, Singkala juga mengaku belum mengetahui persis material batu yang digunakan, apakah batu karang atau jenis batu lain. Yang pasti, katanya, sesuai petunjuk harus menggunakan batu karang agar bisa meresap air.
“Harus menggunakan batu karang, bukan lain,” tandasnya sambil mengungkapkan segera menghubungi kontraktor proyek tersebut, yakni CV Hikmah dan CV Gala Karya Minsel serta PPK Hentje Tumbelaka, ST.
Singkala menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila pekerjaan proyek sumur resapan tersebut tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAP).
“Jika saya cek terbukti tidak sesuai, saya berhak memerintahkan bendahara untuk tidak membayar sisa kontrak sebelum diperbaiki sesuai dengan RAB,” ujar Singkala yang juga salah satu kepala bidang di Dinas Pertambangan dan Energi Minsel ini. dikerjakan asal jadi. Bahkan, Camat Amurang John Mononimbar, SH MM mengaku tidak mengetahui adanya protek tersebut.
‘’Kalau soal proyek sumur resapan ini, terus terang saya tidak tahu menahu karena tidak ada satu pihak pun yang berkoordinasi dengan saya selaku kepala pemerintahan di sini,” katanya.
Camat Mononimbar juga mengaku heran kenapa kontraktor menggunakan material batu tak berpori dan keras, bukan batu karang. “Saya juga bingung, tapi merasa risih menegur jangan dikira saya bermaksud lain,” pungkas Mononimbar.(ted/tim)

Iklan