Bupati Minsel Hadiri penandatangan implementasi Elektronifikasi

Amurang,ASK-Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE, menghadiri Acara Resmi Bank Indonesia yang di pusatkan di BI, senin 14/11-2016, di Ball Room Bi. jalan 17 Agustus, Bupati Minsel di dampingi oleh Kadis Keuangan dan Kepala Bank Sulut Wilayah minsel, lewat acara “PENANDA TANGANAN PERJANJIAN KERJA SAMA (PKS) IMPLEMENTASI ELEKTRONIFIKASI”Transaksi pembayaran / penerimaan Pemerintah Daerah Melalui Aplikasi Kasda Online Yang terintegrasi dengan simda Online, penanda tanganan kerja sama tersebut , masing-masing Kabupaten Minsel, Kab.Minut, Kab. Bolmong, Manado, Bolmut, dan Talaud. Maksud dan tujuan, memberikan pelayanan dan kemudahan untuk bertransaksi, dengan program Cara Pandai Bertransaksi, serta jenis-jenis alat pembayaran, sebagai faktor pembayaran menggunakan program yang akan terus di sosialisasikan di tengah2 Masyarakat, Dalam Sambutan pertama oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Sulut, bpk Peter Jacob SH, MPA, mengatakan program ini untuk memudahkan pars nasabah tentunya sebagai bagian dari perlindungan Konsumen dengan jasa sistem pembsyarannys dengan segala upaya menjamin adanya kepastian hukum . Di mana diketahui 353 lembar uang palsu di temukan di manado, bahkan juga beredar di tempat lain di Sulut. Untuk itu kehadiran perjanjian kerja sama ini, dapat memberikan solusi. Sambutan Gubernur Sulut Bpk. Olly Dondokambey yang di sampaikan oleh ass II Setdaprov. Bpk Sanny Parengkuan mengatakan kerja Sama dengan BI. Patut kita memberikan apresiasi dengan terobosan program yang bisa memberikan kemudahan dalam Pelayanan kepada nasaba, terlebih Pemerintah Daerah kab/kota , yang ada di Sulut. Bupati Minsel Christiany Egenia Paruntu saat di wawancarai langsung oleh media TV Kompas mengatakan, program dari Bank Indonesia sudah pasti kami akan sosialisasikan kepada masyarakat kab.Minsel, terhadap pentingya kerja sama ini yang jelas memberikan kemudahan serta keamanan dan mempunyai kepastian hukum. Dalam acara ini di hadiri pula oleh BPKP, Auditor Utama KN VI BPK-RI, bpk Syarifudin Mossi SE.MM serta para direksi Bank Indonesi.( hms/hanny)

Iklan