Ketahuan Lakukan Pungli Oknum Kepsek Atau Guru Langsung Dijatuhkan Sangsi

Amurang,SuaraKawanua – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Minahasa Selatan (Minsel), Ollyvia K Lumi, SSTP MSi mengingatkan para kepala  (Kepsek) SD dan SMP kedapatan melakukan pungutan liar (Pungli), akan langsung dicopot.
Lumi tidak menampik kalau masih ada kabar praktik pungli di sekolah-sekolah di Minsel. Untuk itulah, mantan Kepala BPMPD Minsel ini mengharapkan orang tua siswa dan masyarakat dapat berperan serta melakukan pengawasan.

Menurut Lumi, intinya soal pungli pihaknya banyak mendengar. Bahkan ada laporan siswa dan orang tua/wali. Hanya saja, pihaknya belum melihat secara langsung pungli terjadi. Kalau laporan banyak sekali.

“Mohon laporkan disertai bukti-bukti, jika memang benar oknum guru atau kepsek yang melakukan pungli itu akan langsung dicopot dari jabatannya,” tandas jebolan STPDN/IPDN Jatinangor, Sumedang, Bandung ini.
“Namun demikian, saya sarankan agar siswa SD dan SMP di Minsel harus berhati-hati. Apapun yang diminta kepala sekolah dengan iming-iming kegiatan atau apapun namanya yang berhubungan dengan program jangan langsung mengiyakan,’’ ujar lagi.

Lumi mengatakan, pemberantasan pungli sudah menjadi komitmennya, sesuai dengan langkah tegas bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk menghilangkan pungli di wilayah Minsel.“Pak Presiden Joko Widodo pun dengan tegas telah mengatakan apabila kedapatan melakukan pungli langsung diproses atau pun dicopot,” katanya di sela penjemputan jenasah Asisten I Setkab Minsel, Drs Ben BT Watung, MSi di Amurang, Kamis (20/10).

Oleh sebab itu, menurut Lumi, pihaknya telah menyurat kepada semua sekolah ditingkatan SD dan SMP, juga kepada sekolah-sekolah SMA dan SMK di Minsel.
“Memang urusan SMA/SMK sudah menjadi tanggungjawab Pemprov Sulut. Tetapi kami  masih harus menyelesaikan tanggungjawab sampai akhir 31 Desember 2016,’’ jelas mantan Camat Sinonsayang ini.Penegasan Lumi mencopot Kepsek yang terbukti pungli mendapat respon kalangan pemerhati pendidikan di Minsel.“Kami minta buktikan ucapan ini. Sebab, banyak sekolah melakukan pungli atas dasar kegiatan dan program Dinas Dikpora Minsel,” kata Wenly Kaligis.Menurutnya, banyak laporan warga terkait pungli. “Sebagai contoh, oknum kepala SMPN 1 Sinonsayang dan sekolah lainnya tetap aman, walau sering melakukan pungli kepada siswanya,’’ ujar pemerhati pendidikan.(Ape)

Iklan