BKMM Sulut Jalin Kerjasama Dengan Dinkes Dan RSUD Capai Targer 502 Penderita Ketarak


Amurang,SuaraKawanua – Dalam rangka Hari Penglihatan se-Dunia setiap tanggal 13 Oktober, Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Minsel dan RSUD Amurang, BKMM Sulut melakukan penjaringan kesehatan mata dan operasi katarak untuk mencapai target 502 pasien, yang juga mendapat kacamata secara gratis.

 

Kepala Balai BKMM Pemprov Sulut dr Diana Watania, SpM mengatakan, hasil penjaringan di wilayah Minsel cukup banyak. Setiap Puskesmas berjumlah sekitar 30 pasien.
Sebagaimana tahapan program, lanjutnya, para pasien mulanya dilakukan pemeriksaan kesehatan, selanjutnya akan dilakukan tindakan. Bagi yang membutuhkan perawatan diberikan obat.
“Dan mereka yang berdasarkan hasil pemeriksaan butuh operasi kataran akan diberikan tindakan sesuai kebutuhan,” kata Watania.
“Ada beberapa langkah yang harus dilakukan Balai Kesehatan Mata Masyarakat  Sulut baru dilaksanakan operasi. Operasi dilakukan oleh 5 dokter special mata yang sudah disiapkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Minsel, dr Ternie Paruntu dalam sambutan bupati Christiany E Paruntu mengungkapkan rasa bangga atas dipilihnya Minsel sebagai salahsatu tempat kegiatan tersebut.
“Bupati Tetty Paruntu mengucapkan banyak terima kasih kepada Balai Kesehatan Mata Masyarakat Provinsi Sulut yang menjadikan RSUD Amurang sebagai tuan rumah,’’ungkap dr Ternie.
Dr Ternie mengungkapkan bahwa baru kali ini Minsel dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan BKMM Sulut.
“Sekali lagi, ini sangat baik bagi masyarakat Minsel, terutama bagi warga miskin atau kurang mampu untuk melakukan perawatan mata secara gratis, apalagi disertai dengan pemberian kacamata gratis pula, “ ujarnya.
Ditempat terpisah, Direktur Utama RSUD Amurang, dr Edwin Schouten juga tak lupa mengucap terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Balai Kesehatan Mata Masyarakat Sulut. ‘’Bahwa, dari tim yang diturunkan di Minsel, jelas memberikan arti yang luas bagi masyarakat Minsel secara umum. Oleh sebab itu, harapannya Balai Kesehatan Mata Masyarakat Sulut dapat turun kembali di puskesmas bagian selatan. Sebab, jelas penderita katarak masih banyak belum mendapat pertolongan,’’sebut dr Edwin.(tim)

Iklan