Bupati Minsel Copot Pejabat Minsel Sesuai Kajian

Amurang,SuaraKawanua- Komitmen , Steatmen bahkan Pernyataan tegas yang di utarakan oleh Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE akhirnya, terealisasi juga. Buktinya pernyataan keras melalui media Sosial tiba saatnya untuk mengambil Keputusan  demi masa depan yang lebih cerah lagi, Siapa yang benar-benar Tulus dan siapa yang hanya indah pada waktunya saja. Ungkapan perkataan ini, mengandung makna yang sangat keras dan tegas bagi Pejabat ataupun pendukung  yang hanya suka indah pada waktunya. Ketegasan Bupati Minsel CEP dan Wabup FDW dibuktikan pada  Jumat (7/10) akhir pekan lalu. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan IR Decky Keintjem, dicopot. Jabatan Keintjem diserahkan kepada Ir Frans Tilaar dengan status Pelaksana tugas (Plt). Sebab, saat ini Tilaar masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan.
Penyerahan tugas baru kepada Kadis Kehutanan Frans Tilaar, dilakukan oleh Wakil Bupati Minsel Franky Wongkar. Menurut Wongkar, penggantian itu adalah bagian dari penyegaran untuk mempercepat jalannya pemerintahan, mencapai Minsel Hebat Berdikari Cepat. “Penyerahan tugas baru ini adalah bagian dari penyegaran,” kata Wongkar.
Sementara Rolling yang dilaksanakan Bupati Minsel melalui Wakil Bupati Franky Wongkar SH, barulah langkah awal menuju rolling yang lebih besar berikutnya. Menurut Bupati Minsel Christiany Paruntu, sebagian besar pejabat akan dirolling. “Kalau ditanya berapa persen, ya 100 persen,” tegas Tetty diikuti dengan tersenyum.
Rolling besar-besaran ini kata Tetty,akan dilaksanakan pada minggu kedua Bulan Desember 2016. Dipilihnya waktu tersebut katanya, karena beberapa proses tahapan yang harus dilalui. “Setelah Peraturan Daerah (Perda, red) tentang Perangkat Daerah (PD, red) sudah selesai, kan masih akan dievaluasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Jadi, kemungkinan besar minggu kedua Bulan Desember,”Ujar Bupati Tetty.

Rolling besar-besaran yang nantinya akan dilakukan Bupati Minsel Christiany Paruntu dan Wakil Bupati Minsel Franky Wongkar, bukan tanpa alasan. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minsel Ferdinand Tiwa, rolling dilakukan karena penilaian kinerja seorang Aparat Sipil Negara (ASN).
“Tentang nama-nama yang akan diroling dan apa jabatan mereka, saya tidak tahu, karena hanya Bupati dan Wakil Bupati saja yang tahu. Namun, Bupati menyampaikan bahwa salah satu alasan pelaksanaan rolling dinilai dari kinerja,” kata Tiwa.
Seorang pejabat yang kinerjanya tidak memenuhi harapan kata dia, pasti akan dievaluasi oleh bupati. “Kalau kinerjanya tidak baik, kemungkinan besar akan dirolling. Sebab, Bupati dan Wakil Bupati mencari pejabat yang mau bekerja keras untuk kemajuan pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Minsel,” ujarNya.
Selain kinerja, ada satu alasan paling krusial sehingga Bupati dan Wakil Bupati Minsel menggelar rolling. Opni Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang disematkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk pengelolaan keuangan dan administrasi daerah, menjadi alasannya. “Reposisi atau mutasi seorang pejabat, sepenuhnya hak kepala daerah.
Mereka yang memberikan penilaian terhadap kineja dan juga loyalitas. Termasuk pada kegagalan mendapatkan opini WTP,” tutup mantan sekertatis Dinas Perkebunan ini.(hanny)

Iklan